Jumat, 15 November 2013

Menunggu

Menunggu. Satu kata yg membuat siapa pun jengkel melakukan hal itu. Siapa pun pernah menunggu entah untuk hal yg penting atau bahkan hal yg tidak penting sekalipun. Aku pun juga begitu, aku pernah menunggu untuk suatu hal yg mungkin sia – sia. 2 setengah tahun lamanya aku menunggu untuk hal seperti itu. Mungkin ini bodoh, tapi aku bisa apa? Ketika perasaan menguatkan aku untuk itu. 2 setengah tahun lamanya aku menunggu untuk suatu hal yg tidak pasti dan berakhir sia – sia. Tak pernah ku menunggu selama itu, tak pernah ku bertahan selama itu juga entah apa yg menguatkan aku. Dan ketika aku sudah tidak kuat lagi untuk bertahan, hanya rasa sesak dan tangis yg mengungkapkannya. Dan hingga akhirnya aku bisa melepasnya.

Dan kini, untuk hal yg sama aku kembali menunggu. Dan kini hampir 6 tahun aku menunggu. Mungkin ini tindakan yg sangat amat bodoh. Melakukan hal yg sama untuk kedua kalinya. Entahlah, bukan aku yg menginginkannya. Jiwaku yg melakukannya, bukan ragaku. Aku lelah, sakit, dan sampai kapan aku harus bertahan? Mungkin ini sebuah kalimat ke-frustasian. Frustasi menunggu. Frustasi untuk hal yg tidak pasti. Jika ada pepatah yg mengatakan “semua akan indah pada saatnya” dan aku percaya akan pepatah itu.  Aku tahu, dunia kita memang berbeda. Tapi aku tidak bisa melakukan apa – apa. Haha bodoh.


Mungkin aku melakukan tindakan yg bodoh. Dengan menunggu, aku tidak akan bisa melihat ada “orang” di sekitarku yg menyayangiku. Dan aku telah menyakitinya. Namun aku pun tak bisa memaksakan perasaan ku dengan orang tersebut. dan ketika aku mencoba melangkah hanya penyesalan lah yg aku terima. Penyesalan karena aku telah menyiakan orang yg menyayangiku dulu. Penyesalan karena aku telah memilih orang yg salah. Salah. Menunggu untuk sekian lamanya. Menunggu untuk hal yg tidak pasti, untuk hal yg membuatku terlihat bodoh. Dan apakah aku akan menunggu lagi? Aku harap tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar