Menunggu. Satu kata yg membuat
siapa pun jengkel melakukan hal itu. Siapa pun pernah menunggu entah untuk hal
yg penting atau bahkan hal yg tidak penting sekalipun. Aku pun juga begitu, aku
pernah menunggu untuk suatu hal yg mungkin sia – sia. 2 setengah tahun lamanya
aku menunggu untuk hal seperti itu. Mungkin ini bodoh, tapi aku bisa apa?
Ketika perasaan menguatkan aku untuk itu. 2 setengah tahun lamanya aku menunggu
untuk suatu hal yg tidak pasti dan berakhir sia – sia. Tak pernah ku menunggu
selama itu, tak pernah ku bertahan selama itu juga entah apa yg menguatkan aku.
Dan ketika aku sudah tidak kuat lagi untuk bertahan, hanya rasa sesak dan
tangis yg mengungkapkannya. Dan hingga akhirnya aku bisa melepasnya.
Dan kini, untuk hal yg sama aku
kembali menunggu. Dan kini hampir 6 tahun aku menunggu. Mungkin ini tindakan yg
sangat amat bodoh. Melakukan hal yg sama untuk kedua kalinya. Entahlah, bukan
aku yg menginginkannya. Jiwaku yg melakukannya, bukan ragaku. Aku lelah, sakit,
dan sampai kapan aku harus bertahan? Mungkin ini sebuah kalimat ke-frustasian.
Frustasi menunggu. Frustasi untuk hal yg tidak pasti. Jika ada pepatah yg
mengatakan “semua akan indah pada saatnya” dan aku percaya akan pepatah itu. Aku tahu, dunia kita memang berbeda. Tapi aku
tidak bisa melakukan apa – apa. Haha bodoh.
Mungkin aku melakukan tindakan yg
bodoh. Dengan menunggu, aku tidak akan bisa melihat ada “orang” di sekitarku yg
menyayangiku. Dan aku telah menyakitinya. Namun aku pun tak bisa memaksakan
perasaan ku dengan orang tersebut. dan ketika aku mencoba melangkah hanya
penyesalan lah yg aku terima. Penyesalan karena aku telah menyiakan orang yg
menyayangiku dulu. Penyesalan karena aku telah memilih orang yg salah. Salah.
Menunggu untuk sekian lamanya. Menunggu untuk hal yg tidak pasti, untuk hal yg
membuatku terlihat bodoh. Dan apakah aku akan menunggu lagi? Aku harap tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar