Kehilangan seorang sahabat lebih menyakitkan di
banding kehilangan seorang cowok yg pergi begitu saja meninggalkan kita dan
sudah menyakiti kita. Tiada guna kamu menangisi seseorang yg mencampakan kamu begitu
saja karena cewek lain karena itu semua takkan akan mengubah keadaan. Tiada guna
mengemis cinta kepada mereka yg sudah meyakitimu. Yakin lah tanpa seorang cowok
di samping mu (red : pacar) kamu bisa berguna, masih banyak yg sayang sama
kamu. Dan itu lah sahabat. Ya sahabat. Namun takdir berkata lain, di saat kamu
sedang terpuruk sahabat mu pergi meninggalkan mu. Bukan, bukan karena ia
menjauhi mu dsb. Melainkan sahabat mu benar – benar pergi dari dunia ini menghadap
tuhan sang pencipta alam ini. Sakit memang, bahkan jika kamu melukai dirimu
sendiri mungkin tidak akan terasa sakit karena rasa sakit di hati lah yg kamu
rasa.
Dunia ini memang tak ada yg abadi. Setiap pertemuan
selalu ada perpisahan. Kematian tercipta karena ada kelahiran, tak ada yg bisa
mencegah kematian itu. Bahkan orang secerdas apa pun tak akan ada yg bisa. Percayalah
itu. Mengapa tuhan mengaturnya seperti itu? Entah lah, tidak ada yg tahu
rencana tuhan itu seperti apa. Kita hanya bisa berencana, namun tuhan lah yg
mengatur itu semua.
Sakit memang kehilangan sahabat di saat kita sedang
terpuruk. ketika kamu membutuhkan orang untuk memberikan mu semangat, tiba –
tiba dia harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Dan yg lebih menyakitkan
kamu bahkan tidak pernah tau jika sahabat mu benar – benar memiliki penyakit yg
sangat sulit untuk di obati. Bahkan penyakit ini telah banyak memakan korban
jiwa. Leukimia.
Entahlah sejak kapan dia mengidap penyakit yg
mematikan itu. Aku dan sahabat ku yg lain juga tidak pernah mengetahui jika dia
memiliki penyakit itu. Dan kabar terakhir yg aku dapat darinya memang ia sakit,
namun ketika di aku bertanya kepadanya ia sakit apa, ia sama sekali tidak
membalas chat ku. Ya, Selama ini aku berkomunikasinya hanya lewat jaringan social
saja. Begitu juga dengan sahabat ku yg lainnya.
13 January 2013, memang tidak ada yg menyangka ia akan
pergi secepat itu. Begitu juga dengan diriku. Bahkan di saat terakhirnya aku
tidak sempat melihatnya dan itu adalah yg sangat menyakitkan untuk ku. Memang tidak
ada yg tahu kapan ajal datang, namun ketika itu aku sadar mungkin itu adalah yg
terbaik baginya saat penyakit nya diangkat mungkin ia sudah mempasrahkan
semuanya kepada yg diatas.
Doa ku untuknya
Tuhan jika memang itu yg terbaik untuk nya aku sudah
mengikhlaskan nya dia tenang disana.
Tuhan berikan lah tempat terbaik disisi Mu, aku tahu
ia sudah tenang disana dan bertemu dengan keluarganya
Tuhan aku mohon kepada Mu tolong jaga dia aku yakin
dia bahagia di sana
Tuhan dia adalah sahabat terbaik yg aku pernah miliki
berikan lah cahaya surga dari mu
Tuhan maaf kan aku karena aku belum sempat minta maaf
padanya bahkan disaat nafas terakhirnya
Tuhan aku mohon relakan hati ini agar tidak selalu
bersedih