Rabu, 30 Januari 2013

Ketika Leukimia Mengambil-Nya


Kehilangan seorang sahabat lebih menyakitkan di banding kehilangan seorang cowok yg pergi begitu saja meninggalkan kita dan sudah menyakiti kita. Tiada guna kamu menangisi seseorang yg mencampakan kamu begitu saja karena cewek lain karena itu semua takkan akan mengubah keadaan. Tiada guna mengemis cinta kepada mereka yg sudah meyakitimu. Yakin lah tanpa seorang cowok di samping mu (red : pacar) kamu bisa berguna, masih banyak yg sayang sama kamu. Dan itu lah sahabat. Ya sahabat. Namun takdir berkata lain, di saat kamu sedang terpuruk sahabat mu pergi meninggalkan mu. Bukan, bukan karena ia menjauhi mu dsb. Melainkan sahabat mu benar – benar pergi dari dunia ini menghadap tuhan sang pencipta alam ini. Sakit memang, bahkan jika kamu melukai dirimu sendiri mungkin tidak akan terasa sakit karena rasa sakit di hati lah yg kamu rasa.
Dunia ini memang tak ada yg abadi. Setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Kematian tercipta karena ada kelahiran, tak ada yg bisa mencegah kematian itu. Bahkan orang secerdas apa pun tak akan ada yg bisa. Percayalah itu. Mengapa tuhan mengaturnya seperti itu? Entah lah, tidak ada yg tahu rencana tuhan itu seperti apa. Kita hanya bisa berencana, namun tuhan lah yg mengatur itu semua.
Sakit memang kehilangan sahabat di saat kita sedang terpuruk. ketika kamu membutuhkan orang untuk memberikan mu semangat, tiba – tiba dia harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Dan yg lebih menyakitkan kamu bahkan tidak pernah tau jika sahabat mu benar – benar memiliki penyakit yg sangat sulit untuk di obati. Bahkan penyakit ini telah banyak memakan korban jiwa. Leukimia.
Entahlah sejak kapan dia mengidap penyakit yg mematikan itu. Aku dan sahabat ku yg lain juga tidak pernah mengetahui jika dia memiliki penyakit itu. Dan kabar terakhir yg aku dapat darinya memang ia sakit, namun ketika di aku bertanya kepadanya ia sakit apa, ia sama sekali tidak membalas chat ku. Ya, Selama ini aku berkomunikasinya hanya lewat jaringan social saja. Begitu juga dengan sahabat ku yg lainnya.
13 January 2013, memang tidak ada yg menyangka ia akan pergi secepat itu. Begitu juga dengan diriku. Bahkan di saat terakhirnya aku tidak sempat melihatnya dan itu adalah yg sangat menyakitkan untuk ku. Memang tidak ada yg tahu kapan ajal datang, namun ketika itu aku sadar mungkin itu adalah yg terbaik baginya saat penyakit nya diangkat mungkin ia sudah mempasrahkan semuanya kepada yg diatas.
Doa ku untuknya
Tuhan jika memang itu yg terbaik untuk nya aku sudah mengikhlaskan nya dia tenang disana.
Tuhan berikan lah tempat terbaik disisi Mu, aku tahu ia sudah tenang disana dan bertemu dengan keluarganya
Tuhan aku mohon kepada Mu tolong jaga dia aku yakin dia bahagia di sana
Tuhan dia adalah sahabat terbaik yg aku pernah miliki berikan lah cahaya surga dari mu
Tuhan maaf kan aku karena aku belum sempat minta maaf padanya bahkan disaat nafas terakhirnya
Tuhan aku mohon relakan hati ini agar tidak selalu bersedih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar