Sabtu, 24 November 2012

“SI VETSIN YANG MULTIFUNGSI”

Kita pasti sudah tidak asing dengan yang namanya MSG atau Monosodium Glutamat atau biasa juga disebut dengan "vetsin". Nah vetsin ini biasa di pakai buat masak sebagai bumbu penyedap, tapi kali ini ada yang tidak biasa dari vetsin ini. Vetsin yang biasanya di pakai sebagai bumbu penyedap sekarang alih fungsi sebagai penyubur tanaman.

Mengapa demikian? Ini disebabkan MSG memiliki kandungan kimia (natrium-Na) Natrium yang dapat menyuburkan tanaman. Dimana defisiensi unsur Na atau Natrium itu sendiri sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, yaitu resistensi tanaman akan menurun apalagi saat musim kering. Tanpa Natrium (Na) pertumbuhan tanaman tidak dapat meningkatkan kandungan air. Natrium (Na) merupakan salah satu unsur mikroelemen yang sangat penting bagi pertumbuhan tamanan. Oleh karena itu,  vetsin  yang mengandung unsur Natrium dapat menyuburkan tanaman. Selain itu Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa) digantikan oleh ion natrium. Merek dagang dari mononatrium glutamate yang beredar di pasaran saat ini mengandung Natrium (Na) yang fungsinya memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K). Natrium dalam proses fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan K yang berlebihan oleh karena itu vetsin bisa mengantikan pupuk yang bisa kita gunakan sehari-hari.

Vetsin ini di temukan oleh Prof. Kikunae Ikeda dari University of Tokyo. Pada tahun 1908 ia berhasil menguraikan dan memisahkan komponen khusus dalam Laminaria Japonica yang meningkatkan kualitas rasa itu. Laminaria Japonica sejenis rumput laut yang hidup di perairan laut jepang. Pada zaman kerajaan jepang terdahulu, juru masak istana selalu menggunakan Laminaria Japonica yang di campur ke dalam masakkannya. Mereka percaya batang dari rumput laut tersebut membuat masakan itu semakin enak karena mengandung glutamate alami. Beberapa tahun setelah itu, beberapa perusahaan jepang mulai memproduksi MSG secara besar – besaran. MSG yang sesungguhnya berbentuk konsentrat sodium itu, biasanya di jepang diekstrakkan dari rumput laut, namun bukan hanya di jepang saja yang membuat MSG di Negara bagian barat seperti Amerika juga membuatnya dari biji-bijian, kacang, dan kedelai.

saat ini tak kurang dari 200.000 ton MSG dikonsumsi orang di seluruh bagian belahan bumi per tahun. Karena masyarakat Jepang dan Cina tercatat paling doyan MSG di dunia, sindrom alergi serius karena zat kimia tersebut dijuluki sindrom Restoran Cina. Akibatnya, tak sedikit kelompok masyarakat, terutama masyarakat Amerika, menyebutnya berbahaya.

Mendengar statement tersebut, Asosiasi Glutamate di Jepang mengeluarkan sanggahan untuk menyanggah statement tersebut. Menurut Asosiasi Glutamate, MSG tidak berbeda dengan glutamat yang dikeluarkan tubuh manusia saat memakan bahan yang mengandung protein. Biasanya pun, persentase MSG pada makanan sangat kecil dibandingkan dengan glutamat yang terkandung secara alamiah pada hampir semua bahan makanan. Misalnya, untuk 0,5 kg daging umumnya bisa ditaburkan setengah sendok teh MSG. Artinya, dalam satu porsi hidangan daging ayam MSG-nya hanya kurang dari 10% glutamat yang memang terkandung secara alamiah pada ayam itu.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan jika Vetsin atau MSG yang biasa digunakan untuk bumbu penyedap kini memang dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Beberapa peneliti telah membuktikan pernyataan tersebut dari hasil percobaan yang dilakukan oleh SHIMIZHU dkk, yang mengadakan penelitian pada tahun 1971 melaporkan bahwa MSG yang diberikan kepada anak Ayam yang dicampurkan pada air minumnya menyebabkan matinya anak ayam tersebut disebabkan ginjalnya rusak.

WHO pun tidak tinggal diam, hasil penelitian yang berupa rekomendasi yang disampaikan pada sidang CODEX ALIMENTARY COMMISSION (CAC) tahun 1970 menyebutkan bahwa MSG berupa makanan sehari-hari, bisa dipakai paling banyak 6 mg/kg berat badan manusia dewasa. Jadi kalau berat badannya 50 kg, seharinya tidak boleh lebih dari 2 gram.

Apakah masih mau memasukkan vetsin lagi ke dalam setiap masakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar