Rabu, 16 Mei 2012

let's go green !



 

Ayo peduli lingkungan !
18 April 2012 kemarin, ekskul KIR mengadakan kunjungan ke salah satu tempat pembuatan pupuk kompos dan daur ulang sampah yang tidak terpakai. Lokasi ini berada di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Tempat ini seperti kompleks namun kompleks ini berbeda dengan kompleks lainnya. Karena disini sangat mementingkan kebersihan dan penghijauan. Nama tempat ini adalah House Of Dona Karmen. Tempat ini adalah tempat pembuatan pupuk kompos dan pembuatan kerajinan yang mengutamakan bahan dari limbah rumah tangga.
Saat kedatangan kami telah disambut oleh salah satu pegawai yang bekerja di tempat itu, lalu kami di pertemukan oleh pemilik dari House Of Dona Karmen itu yaitu Harini Bambang Wahono atau biasa di panggil dengan sebutan "eyang". Sebagai pembuka, eyang biasa kami sapa mengenalkan dirinya. Percaya atau tidak ternyata Ibu Harini ini sudah berumur 80 tahun dan ia berasal dari jawa. Setelah cukup mengenalkan dirinya, eyang lalu memberikan kami motivasi dan mencertakan awal berdirinya tempat ini.
Sampah. Limbah satu ini memang bisa terlepas dari kehidupan sehari – hari. Disini eyang menjelaskan ada beberapa macam limbah rumah tangga yaitu : limbah Organik, limbah Anorganik, dan limbah B3. Limbah organik dan anorganik pasti sudah sering mendengar kan? Tapi yang baru kalian dengar adalah limbah B3. B3 adalah kepanjangan dari Bahan Berbahaya Beracun. Seperti apa sih limbah B3 itu? Limbah B3 yaitu sampah dari botol baygon, sabun mencuci dan masih banya lagi. Mengapa di katakan berbahaya? Karena jika salah penggunaannya bisa menyebabkan keracunan bahkan yang lebih berbahayanya lagi bisa menyebabkan kematian. Nah dari limbah inilah bisa dibuat pupuk kompos bahkan bisa dibuat handycraft yang bisa mengahasilkan uang.
Sampah bisa dibuat pupuk? Yap ! Seperti yang disebutkan diatas tadi pupuk ini di namakan pupuk kompos. Pupuk ini berasal dari sampah organik. Sampah organik merupakan sisa dari pembuangan makhluk hidup. Bisa dari daun kering, tumbuhan, dan masih banyak lagi.(fyi) Pembuatan pupuk kompos terbagi menjadi 3 macam. Yaitu : sistem alamiah, menggunakan aktifator, dan yang terkahir menggunakan cacing. Dalam pembuatan pupuk kompos dengan sistem alamiah memerlukan waktu selama 6 bulan, sedangkan untuk pembuatan pupuk dengan menggunakan aktifator hanya memerlukan waktu 2 minggu. Perbedaan yang sangat significan bukan? Namun, ada kekurangan jika menggunkan proses alamiah. Pertama, waktu yang dalam proses tersebut lama, kedua sampah akan berbau, ketiga adalah ada makhluk hidup yang tumbuh didalam pupuk tersebut di karenakan pupuk itu lembab dan berbau. Untuk itu disini hanya akan dijelaskan pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan aktifator.
Apa itu aktifator? Aktifator adalah ragi atau bakteri yang membuat sampah menjadi pupuk. Aktifator ini terbagi menjadi 2 jenis powder dan cair (liquid). Langkah pertama yaitu kita memisahkan sampah menurut jenisnya setelah dipisahkan menurut jenisnya sampah yang kita gunakan disini adalah sampah organik lalu kita kita ambil sampah organik tersebut letakan disebuah wadah. Langkah selanjutnya adalah lembab ken sampah organik tersebut dengan aktifator. Terakhir tutup dengan plastik agar aktifator bisa melakukan prosesnya dengan baikDan tunggu selama 2 minggu. Oh ya selama 2 minggu itu jangan lupa mengaduk pupuk itu satu minggu sekali.
Tidak hanya limbah organik saja yang berguna, tapi juga limbah anorganik juga berguna untuk membuat handycraft seperti tas, taplak meja, pajangan dan masih banyak lagi yang bisa dibuat untuk memperindah ruangan. Selain memperindah, juga memiliki positif lainnya lho ! Kita bisa mengurangi pembuangan limbah dan menggunakannya kembali, selain itu kita juga bisa mengurangi penguapan gas metana yang sangat berbahaya bagi bumi kita. Gas metana adalah salah satu gas dari enam macam gas yang berbahaya bagi bumi kita. Tau gak sih jika selalu membuang sampah terus menerus percaya atau tidak 50 tahun kedepan permukaan air laut akan naik setinggi 7cm dari daratan. Ya, walaupun kita belum merasakannya tapi sebagai generasi muda gak ada salahnya kalau kita mencoba? Jadi tunggu apa lagi? Let's go green !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar